WE DEFEND BLAUGRANA COLOURS!

KEKALAHAN TEPAT DI WAKTU YANG TIDAK TEPAT

Manusia diciptakan dengan pola pikir dan gaya hidup yang berbeda. Ketika seseorang sedang menghadapi masalah, ada yang langsung tangkap untuk mencoba keluar dan memecahkan masalah tersebut. Namun, ada juga yang butuh beberapa kali “tamparan” untuk menyadari jika ia sedang dalam suatu masalah. Orang-orang yang berada dalam jajaran direksi Barcelona mungkin adalah contoh untuk tipe orang yang butuh “tamparan” ketika mereka sedang menghadapi masalah.

Tamparan yang diberikan oleh Bayern Munchen di Liga Champions dan Real Madrid di Copa del Rey nampaknya belum cukup menyadarkan mereka jika skuad Barcelona sekarang bukan lagi skuad yang sempat dibilang sebagai tim terbaik sepanjang sejarah. Jika kita menyebut yang terbaik tentu akan berkesan subjektif, mungkin lebih baik menyebut sebagai salah satu tim terbaik yang pernah ada sepanjang sejarah sepakbola bersama Brazil di jaman Pele dan AC Milan dibawah Arigo Sachi. Barcelona butuh tamparan yang lebih keras untuk menyadarkan para direksi mereka jika skuad Barcelona sekarang sudah usang dan butuh perombakan di semua lini.

Sialnya sampai pertengahan musim ini, prestasi Barcelona di La Liga sangat mengesankan. Mereka berhasil menjadi pemimpin klasemen selama 57 pekan beruntung yang menjadikan rekor dalam sepakbola Spanyol. Hal yang seperti membuat Barcelona terlihat tidak ada masalah secara kasat mata. Sentilan kecil dari Ajax yang berhasil mengalahkan Barcelona di Liga Champions musim ini pun seperti tidak berarti. Entah disini cuma saya atau ada lagi yang merasa rekor itu tidak terlalu berguna jika nantinya Barcelona gagal berada di puncak klasemen sementara. Situasi yang membuat Barcelona seperti harus ditampar kembali secara keras. Tamparan itu pun terjadi hari Sabtu (1/2/2013) lalu dan yang menambah kuat tamparan tersebut terjadi dirumah mereka. Di stadion kebanggan Barcelona, Camp Nou. Barcelona dikalahkan 2-3 oleh Valencia di pekan ke-22 La Liga.

Terlepas dari penampilan konsisten Valencia, terutama di 45 menit babak kedua, Barcelona sendiri yang membuat Barcelona kalah dalam pertandingan ini. Mereka berhasil unggul cepat melalui gol Alexis Sanchez dan menguasai pertandingan secara penuh dalam 30 menit pertama. Namun, hal ini membuat para pemain Azulgrana terlena. Mereka bermain terlalu santai dan tidak mencoba untuk membunuh Valencia dengan mencetak gol berikutnya. Para pemain terlihat terlalu fokus “membantu” Messi yang sudah puasa gol dalam 8 pertandingan La Liga. Yang sebenarnya perlu dicermati, tanpa gol pun Messi tetap menjadi pemain yang paling berpengaruh di Barcelona. Pertahanan Barcelona juga berperan penting memberikan kemenangan untuk Valencia. Mereka membiarkan Valencia mencetak gol pertama dengan muda diakhir babak pertama. Gol yang seperti membuat kelelawar hitam mendapatkan momentum. Tim tamu berhasil mempertahankan momentum dibabak kedua. Mereka berhasil mecetak dua gol melalui dua serangan awal mereka dan tentu saja dengan bantuan lini bertahan Barcelona yang bermain jauh dari yang diharapkan. Kelemahan yang seharusnya sudah coba diperbaiki sejak dua musim lalu.

Faktor lainnya dari kekalahan ini adalah “Busquetdependencia” yang seperti menggantikan slogan “Messidependencia”. Dengan menurunnya Xavi, tidak konsistennya Iniesta dan Fabregas serta sering kambuhnya cedera Messi, membuat tim asal Catalan ini seperti bergantung kepada seorang Busquets. Ketika ia tampil dibawah standard, akan sulit Barcelona untuk berkembang. Terbukti ketika ia bermain buruk sabtu lalu, Barcelona harus menelan pil pahit. Saya sangat mengagumi permainan seorang Busquets tetapi tentu jelas ia butuh seorang pelapis yang bisa menjadi komeptitor seperti halnya Yaya Toure. Pemain yang mendekati kemampuan untuk itu kemarin bermain luar biasa menjaga lini tengah Valencia stabil sepanjang 90 menit. Oriol Romeu, pemain yang dibuang Barcelona dan memilih membeli Alex Song memberikan tamparan tambahan kepada mantan klubnya tersebut.

Satu tamparan yang memiliki banyak pengaruh. Ini menjadi kekalahan pertama bagi Barcelona dalam 25 pertandingan terakhir di Camp Nou. Ini juga menjadi kekalahan pertama Barcelona ketika seorang Lionel Messi mencetak gol. Sebelumnya Barcelona tidak pernah mendapatkan hasil negatif dalam 99 pertandingan ketika Messi berhasil mencetak gol. Tamparan yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh Barcelona namun sayang terjadi di waktu yang tidak tepat karena  membuat mereka harus merelakan posisi puncak setelah sangat nyaman berada disana dalam 57 minggu.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on February 1, 2014 by in Article, FIRST TEAM, Liga BBVA.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 7,809 other followers

%d bloggers like this: